MUHAMMAD SAW. : PERNIAGAAN HARTA KHADIJAH DAN PERKAWINAN DENGANNYA

Didin Faqihuddin
Alumnus Pondok Pesantren Darul ‘Amal Buni Bakti, Bekasi

Siti Khadijah, seperti riwayat Ibnu al-Atsir dan Ibnu Hisyam, adalah seorang saudagar wanita yang terhormat lagi kaya raya. Dia menyewa orang-orang untuk meniagakan harta bendanya. Ketika kabar tentang seorang Muhammad yang sangat jujur dan berakhlak mulia sampai ke telinga Khadijah, yang tersebut terakhir itu lalu mengutus seseorang untuk meminta Muhammad meniagakan hartanya ke Syam. Khadijah akan memberikan barang-barang yang lebih bagus dari pada yang dia berikan pada orang lain. Muhammad menerima tawaran ini dan kemudian berangkat ke Syam membawa dagangan Khadijah. Ke Syam, Muhammad ditemani oleh pegawai Khadijah yang bernama Maesaroh. Dalam perjalanan dagang ini, Muhammad banyak mendapatkan kemudahan, sehingga untung yang didapatnya berlipat-lipat. Maesaroh banyak menemukan peristiwa yang memperlihatkan bahwa Muhammad bukanlah orang sembarangan. Dia sangat terkesan dengan Muhammad dan menyampaikan semuanya kepada Khadijah.
Khadijah sangat mengagumi sifat Muhammad. Bahkan Khadijah mendapatkan banyak keberkahan karena adanya Muhammad dalam lingkungan bisnisnya. Khadijah menawarkan dirinya untuk dipersunting Muhammad sebagai isteri. Tawaran ini disampaikan melalui sahabat Kahdijah yang bernama Nafisah binti Munabbih dan Muhammad menyetujuinya. Dia lalu membicarakan hal itu dengan para pamannya yang kemudian merekalah yang meminang Khadijah melalui pamannya (Khadijah) yaitu Amr bin Asad. Keduanya lalu menikah. Saat itu usia Muhammad 25 tahun sementara umur Khadijah 40 tahun.
Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijah pernah dua kali menikah: pertama dengan ‘Atiq bin A’id al-Tamimi, dan kedua Abu Halah al-Tamimi (namanya Hindun bin Zurarah).
Sebuah Pelajaran
Kisah pernikahan Muhammad dengan Khadijah mudah dipahami sebagai sebuah pernikahan yang bukan mementingkan kesenangan dan kenikmatan jasadi. Sekiranya pertimbangan terakhir itu, pastilah Muhammad, sebagaimana juga para pemuda seusianya, akan memilih isteri yang masih gadis dan lebih muda, bukan dengan orang yang usianya lebih tua dari dirinya. Artinya Muhammad lebih memilih pertimbangan bahwa Khadijah adalah wanita terhormat di kalangan kaumnya, dan pada masa Jahiliyah ia dikenal sebagai wanita yang menjaga diri dan kehormatan.
Pernikahan ini terus terjaga sampai akhirnya Khadijah menutup usia pada umur 65 tahun. Selama masa perkawinannya dengan Khadijah (yang berarti 25 tahun) Muhammad tidak pernah berpikir untuk menikah dengan wanita lain. Padahal usia antara 25 sampai 50 tahun dikenal dengan usia puberitas kedua yang seringkali mendorong seorang pria untuk menambah istrinya karena dorongan syahwat.
Namun Muhammad melewati fase ini dengan elegan. Seandainya mau, tentu tidak sulit bagi seorang Muhammad untuk menambah isteri selama perkawinannya dengan Khadijah, dan hal itu bukan ‘aib dalam masyarakatnya, namun itu tidak dilakukan Muhammad.
Ini sekaligus menjawab tuduhan-tuduhan dari pihak-pihak yang selama ini memiliki kebencian yang luar biasa terhadap Islam, lebih khusus lagai terhadap Nabi Muhammad saw. Sebagian di antara mereka ada yang mengatakan bahwa motif pernikahan Muhammad dengan para isterinya adalah motif seks. Tuduhan ini sama sekali tidak berdasar karena seandainya motif seks yang menjadi dasar pernikahan Muhammad dengan para isterinya maka tentu dia tidak akan mengawini Khadijah yang sudah janda dan berusia lebih tua dari dirinya untuk perkawinan pertama Muhammad yang ketika itu barus berusia 25 tahun. Kedua, di antara para isteri yang dinikahi Muhammad, hanya satu saja yang masih gadis, yaitu siti Aisyah. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa motifnya bukan seks. Ada kisah dan hikmah di balik pernikahan Muhammad dengan para isterinya. Mudah-mudahan tema itu akan bisa ditulis pada kesempatan mendatang. Wallahu A’lam.
Palu, 16 Pebruari 2010
Kampus STAIN Datokarama

Referensi: Muhammad Said Ramdhan al-Buthi / Fiqh al-Sirah

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s