Alquran dan Pengobatan Gangguan Psikologis (Bagian Satu)

Didin Faqihudin
Dosen STAIN Datokarama Palu

Gangguan psikologis dan menurunnya kesehatan psikologis hampir terjadi pada semua orang dengan tingkatan yang berbeda-beda. Masalah ini bukan monopoli (baca: hanya terjadi pada) kelompok umur tertentu, namun terjadi pada setiap kelompok umur dari yang kecil sampai yang dewasa. Gangguan dan tekanan psikologis ini membawa manusia pada suasana murung, duka, khawatir, merana dan sekaligus nenurunkan produktifitas kerja individu.
Salah satu di antara kasih sayang Allah terhadap manusia adalah bahwa Dia telah menurunkan Alquran yang berisi pengetahuan dan metode terbaik dalam mempelajari kesehatan psikologis, sebab-sebab terjadinya tekanan psiklogis, dan juga berisi penanganan kuratif mumpuni terhadapnya. Allah menegaskan dalam Alquran: “Dan Kami turunkan di dalam Alquran, sesuatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi kaum beriman…” (QS. Al-Isra: 82)
Pandangan keilmuan kontemporer mengatakan bahwa penyakit-penyakit psikologis pada diri manusia itu adalah suara-suara yang manusia dengar dari dalam jiwa dan pikirannya yang kemudian membawanya pada situasi yang penuh dengan kekhawatiran. Diyakini bahwa suara-suara ini adalah akibat dari terjadinya semacam “keadaan tidak seimbang tiba-tiba” yang terjadi di dalam otak yang menyebabkan rotasi syaraf dalam otak menyampaikannya kepada manusia sehingga ia mendengarnya. Diagnosa ini sangat keliru karena beberapa sebab, antara lain bahwa diagnosa ini bertentangan dengan rahmat Allah yang mendesain manusia atas dasar kasih sayang. Tidak masuk akal jika otak secara tiba-tiba mengeluarkan semacam suara-suara yang pada akhirnya membuat manusia menjadi khawatir, sedih, dan labil.
Allah swt. dalam kitab Alquran memberikan identifikasi secara tepat di mana Dia (Allah swt.) mendeskripsikan pengaruh setan terhadap manusia: “Dan rayulah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu” (QS. Al-Isra: 64). Asal makna kata istifzaz dalam ayat ini adalah “menipu” dan “merayu”. Dalam hal ini setan melakukan penipuan dan rayuan dengan suaranya.
Namun persoalannya sekarang adalah apa suara setan itu? Untuk mencari jawabannya tentu kita harus mencarinya dari keterangan Alquran dan sunnah Nabi Muhammad saw. Penjelasan berikut mudah-mudahan bisa menjelaskan apa yang dimaksud suara setan itu: “ketika seseorang tengah memikirkan sesuatu hal, kadang-kadang dalam pikirannya ia mendengar suara yang sesuai dengan yang dipikirkannya. Ini alamiah, karena ia merupakan suara jiwanya. Dalam syariat Islam, kita mengetahui bahwa setiap manusia memiliki qarin (suatu makhluk dari bangsa setan yang selalu menggodanya). Namun bagaimana qarin ini menggoda manusia? Qarin ini berusaha untuk menyesuaikan suaranya dengan suara jiwa manusia dari segi kecepatan dan intonasinya. Dengan bahasa apapun manusia berbicara, maka sang qarin mampu bersuara dengan bahasa itu dalam merayunya. Manusia pun kemudian mendengar suara dalam pikirannya yang sama persis dengan suara jiwanya, sehingga ia menduga bahwa jiwanyalah yang sedang berbicara dengannya.
Namun pikiran-pikiran yang dihembuskan oleh suara-suara ini adalah pikiran-pikiran jahat (misalnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain), dan buruk (misalnya pikiran untuk melakukan perbuatan zina). Setan menipu manusia dengan membuatnya percaya bahwa pikiran-pikiran itu berasal dari dalam jiwanya dan merupakan kebenaran.
Pengaruh yang dihembuskan oleh setan terhadap manusia inilah yang menjadi sebab dari apa yang diyakini manusia sebagai penyakit psikologis. Allah menegaskan dalam Alquran bahwa setan menipu dan menggoda manusia dengan suaranya. Dan pikiran-pikiran yang dihembuskan oleh setan termaktub dalam Alquran demikian: “Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS. al-Baqarah: 169).
Pembuktian ilmiah akan adanya pengaruh setan terhadap manusia dapat kita dilihat pada hasil penelitian ilmiah tentang pikiran-pikiran yang didengar oleh penderita gangguan psikologis yang dilakukan oleh salah seorang dokter ahli jiwa di Inggris bernama Dr. Andrew Lewis. Menurut beliau pikiran-pikiran yang didengar oleh penderita gangguan psikologis ini berkisar pada tiga hal: (1) kejahatan yang merugikan dan membahayakan; (2) nafsu dan birahi; (3) fitnah.
Hasil penelitian ini sesuai benar dengan apa yang disinyalir oleh Alquran (2: 169) di atas.
Dari sini kita dapat mengambil suatu ketetapan bahwa jika pikiran atau suara dalam jiwa manusia bertentangan dengan petunjuk Allah maka sesungguhnya itu berasal dari setan dan bukan dari jiwa manusia. Sementara jika pikiran atau suara itu datang bersesuaian dengan petunjuk Allah seperti pikiran untuk menolong orang lain, maka sesungguhnya itu berasal dari kasih sayang Allah terhadap manusia itu.
Dalam kaitannya dengan respon terhadap pikiran-pikiran yang ditiupkan setan, manusia dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian:
Pertama, kelompok manusia yang meyakini bahwa pikiran-pikiran ini berasal dari dalam jiwanya. Mereka menganggap bahwa diri mereka adalah orang-orang yang sangat hebat dan memiliki kemampuan dalam menganalisis dan menyelesaikan berbagai hal dengan cara-cara yang bertentang dengan cara-cara Allah, di mana orang lain tidak mampu melakukannya. Orang-orang semacam ini mengikuti dan menjalankan tipu daya setan.
Kedua, kelompok manusia yang mengetahui bahwa pikiran-pikiran ini adalah salah dan tidak melaksanakannya. Namun karena ada sebagian di antara mereka yang tidak mengetahui sumber asal pikiran tersebut, maka kemudian ini menjadikan mereka merasa sempit, gundah, dan kurang produktif. Mereka inilah yang kemudian disebut penderita gangguan psikologis.
be continued……
Palu, 08 November 2010
Kampus STAIN Datokarama
Referensi: Mawsuah I’jaz Ilmi Fil Quran

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s