Alquran dan Pengobatan Gangguan Psikologis (Bagian Dua)

Didin Faqihudin
Alumnus Pondok Pesantren Darul Amal Bekasi Jawa Barat
Staf Pengajar STAIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah

Tahapan-tahapan Pengaruh Setan Terhadap Manusia
A. Usia tujuh sampai dua belas tahun.
Pengaruh setan terhadap manusia secara jelas dimulai pada usia tujuh tahun. Pada usia ini seorang anak kecil sudah mulai memiliki pemahaman dan pengertian yang bersifat parsial. Dia berusaha untuk berpikir dan menganalisis berbagai hal. Di sini setan datang dengan cara yang sama, yaitu dengan memunculkan suara-suara yang sama seperti yang ada dalam jiwa si anak, dan mulai meniupkan was-wasah-nya. Was-wasah setan terhadap anak-anak dalam kelompok umur ini berupa pikiran-pikiran yang Allah sebutkan dalam Alquran sebagai berikut:
Pertama, pikiran jahat (al-Su’). Di sini, dalam jiwanya, si anak mendengar pikiran-pikiran dan suara-suara yang mengatakan kepadanya untuk menyakiti anak-anak yang lain, bahkan juga menyakiti dirinya sendiri.
Kedua, pikiran buruk (al-Fahsya). Yaitu pikiran buruk berupa godaan yang ditupkan setan agar si anak mengeluarkan kata-kata kotor dan buruk terhadap teman-temannya, dan keluargamya.
Ketiga, menghakimi Tuhan tanpa ilmu. Dalam hal ini setan menggoda si anak untuk menanyakan dalam pikirannya terhadap sesuatu yang dia tidak pahami. Setan berusaha supaya si anak misalnya mempertanyakan dan memperolok soal-soal keagamaan yang sama sekali tidak dia mengerti.
Dalam respon terhadap waswasah setan ini, anak-anak terbagi menjadi dua kelompok: pertama, adalah kelompok yang memenuhi dan melakukan pikiran yang dibisikkan oleh setan sehingga mereka pun lalu menyakiti temannya atau mengeluarkan kata-kata kotor; kedua, adalah kelompok yang tidak melakukan apa yang dimaui oleh setan, akan tetapi mereka tidak mengetahui dari mana sumber pikiran-pikiran itu. Yang terjadi kemudian adalah anak-anak itu diliputi oleh kekhawatiran dan keresahan.
Terhadap kelompok kedua itu, setan tidak kehabisan akal, ia lalu membisikkan pikiran-pikiran lain misalnya pikiran tentang nasib si anak yang tidak sama dengan anak-anak lainnya, atau meniupkan ketakutan-ketakutan terhadap banyak hal. Tidak jarang juga setan memasukkan pikiran kepada si anak dengan mengatakan bahwa jika dia (si anak) memegang benda tertentu maka ia akan mudah mengerjakan soal-soal ujian, atau menjadi orang yang bahagia. Pikiran-pikiran semacam inilah yang digunakan setan terhadap kaum pagan penyembah berhala, dengan mengatakan bahwa patung-patung itu akan memberikannya kebahagaiaan hidup.
Kita bisa saja bertanya-tanya mengapa setan melakukan waswasah ini kepada anak-anak seumuran ini? Jawabannya terdapat dalam Alquran di mana Allah mendeskripsikan setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Jika kita perhatiakan statemen Allah dalam Alquran itu, kita akan menemukan bahwa bahwa setan melakukan semua ini karena dia ingin menyakiti manusia, dan sekaligus membuatnya resah dan khawatir. Ini adalah perilaku musuh. Bukan teman! Setan juga ingin manusia tersesat dari jalan Allah swt.
B. Usia 12 sampai 18 tahun
Pada tingkatan ini dalam waswasah-nya setan meniupkan pikiran-pikiran berikut:
Pertama, pikiran jahat (al-Su’). Sama seperti tingkatan umur sebelumnya setan meniupkan pikiran kepada anak untuk menyakiti orang lain, dan juga menyakiti diri sendiri. Namun dalam kelompok umur ini, ada penambahan kekuatan fisik pada diri si anak, sehingga setan memanfaatkannya dengan cara-cara baru dalam menyakiti orang lain.
Kedua, pikiran buruk (al-Fahsya). Pada kelompok umur sebelumnya hal ini telah ada, dan ditingkatkan intensitas pada kelompok umur kedua ini. Di sini setan mulai meniupkan pikiran dan khayalan tentang hubungan biologis sehingga si anak dapat terjatuh dalam perbuatan zina.
Ketiga, menghakimi Tuhan tanpa ilmu. Sudah mulai ada kematangan akal pada kelompok usia ini. Mereka sudah bisa memikirkan dan menganilsa banyak persoalan. Di sinilah setan mulai meniupkan pikiran-pikiran jahat tentang Allah, rasul dan agamanya.
C. Usia 18 tahun ke atas
Pada tingkatan ini, setan meniupkan waswasah-nya dengan pikiran-pikiran berikut:
Pertama, pikiran jahat (al-Su’). Di sini setan meniupkan pikiran untuk menyakiti orang lain, dan juga menyakiti diri sendiri. Jika seorang manusia sudah menikah, maka pikiran itu ditiupkan pada ayah atau ibu untuk menyakiti anak-anak mereka.
Kedua, pikiran buruk (al-Fahsya). Pikiran tentang zina juga berlanjut pada kelompok umur ini. Setan misalnya meniupkan pikiran kepada suami atau isteri bahwa pasangannya telah berkhianat sehingga ada alasan untuk melakukan perselingkuhan plus.
Ketiga, menghakimi Tuhan tanpa ilmu. Sama seperti kelompok umur sebelumnya, kematangan akal yang ada pada manusia dimanfaatkan setan untuk meniupkan pikiran-pikiran jahat tentang Allah, rasul dan agamanya, dengan intensitas dan kualitas yang lebih besar.
Pada tiap-tiap kelompok umur itu, setan juga terus berusaha untuk menanamkan kedengkian, rasa tidak percaya diri, dan tidak mensyukuri nikmat-nikmat Tuhan. Setan misalnya mengatakan: “lihatlah tetanggamu, dia punya semuanya, sedangkan kamu tidak memiliki apa-apa”. Di sinilah setan menanamkan kedengkan dan ketidaksyukuran terhadap nikmat-nikmat Tuhan.
Langkah-langkah Penanganan Gangguan Kejiwaan Akibat Bisikan Setan
Pertama, adalah dengan meneguhkan keimanan yang kut dalam jiwa melalui pelaksanaan ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti shalat, puasa, membaca Alquran dlsb. Memohon kepada Allah untuk dihidarkan dari penguasaan setan terhadap jiwa kita.
Kedua, mengetahui sumber pikiran-pikiran buruk itu adalah dari setan, dan bukan dari jiwanya. Setelah itu jangan melakukan apa yang dibisikinya.
Ketiga, jangan pernah berputus asa dalam menghadapi waswasah setan, khususnya ketika pikiran-pikiran itu secara terus menerus ditiupkannya. Manusia harus menjaga kedekatannya dengan Allah agar terhindar dari tipuan setan. Wallah A’lam
Palu, 18 November 2010
Kampus STAIN Palu
Referensi: Mawsuah I’jaz Ilmi Fil Quran

6 Komentar

Filed under Uncategorized

6 responses to “Alquran dan Pengobatan Gangguan Psikologis (Bagian Dua)

  1. andang

    Assala’mualaikum Wr Wb
    Mas setuju nggak dengan pernyataan dibawah ini :

    1. Gangguan kejiwaan itu kebanyakan dari pikiran negatif
    2. Pikiran yang negatif bisa menyebabkan gangguan jiwa

    Wass Wr Wb

  2. andang

    Terus doa utk mengatasinya yang dicontohkan Rasulullah bagaimana yha mas ? Terima Kasih

  3. syazaa

    betul la!!!!! sekarang baru sy sedar apa yang mengganggu fikiran sy sejak kecil , itu semua angkara syaitan… selama ini sy asyik menyalahkan diri sy terhadap fikiran negatif yang timbul di fikiran, terima ksasih diatas artikal ini…

  4. andri

    ass
    pikiran negatif ternyata tiada habisnya. ingin berfikir positif ternyata sulit juga. aq lelah. bagaimana cara mengatasi ujian & caobaan seperti ini?
    wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s